Dewa lyrics

Air Mata

Original and similar lyrics
Air mata yang telah jatuh Membasahi bumi Takkan sanggup menghapus penyesalan Penyesalan yang kini ada Jadi tak berarti Kar'na waktu yang bengis terus pergi Menangislah bila harus menangis Karena kita semua manusia Manusia bisa terluka Manusia pasti menangis Dan manusia pun bisa mengambil hikmah Di balik segala duka Tersimpan hikmah Yang bisa kita petik pelajaran Di balik segala suka Tersimpan hikmah Yang kan mungkin bisa jadi cobaan

Relakan Aku

Jikustik
mungkin yang terbaik tak bisa terraih mungkin yang terburuk yang harus terjadi saat persimpangan perbeda tujuan jalan hidup kita tak mesti sama dan kau berkata.. relakan, relakan saja aku pergi membenahi kebimbangan ku merajut kembali yang terkoyah dan bila suatu masa nanti kita bisa bersanding lagi tolong jangan lepaskan aku lagi saat kita jatuh dalam kesalahan semestinya kita bisa saling menopang kita tlah tenggelam kedalam tuduhan yang lama terpendam yang berkepanjangan dan kau berkata relakan, relakan saja aku pergi membenahi kebimbangan ku merajut kembali yang terkoyah dan bila suatu masa nanti kita bisa bersanding lagi tolong jangan lepaskan aku lagi relakan, relakan saja aku pergi membenahi kebimbangan ku merajut kembali yang terkoyah dan bila suatu masa nanti kita bisa bersanding lagi tolong jangan lepaskan aku lagi

Berdua Lagi

Jikustik
Lewatkan hari mengikis waktu masih mencoba untuk alami perasaan rindu yang kumengerti yang kau tahu takkan mudah untuk mengikat hati kita yang jauh Chorus berdua lagi coba leburkan bedanya hati yang kian berjurang takkan terjadi bila t'lah beku berdua lagi coba hilangkan emosi kita yang menghanyutkan tak mudah untuk membuatnya utuh akankah cukup hanya merenungi hilangnya hari dalam menunggu lenyap rasa sepi Chorus Ooh coba tuk berdua dan jaga rasa yang dipunya kita berdua....

Buku Ini Aku Pinjam

Fals Iwan
Dikantin depan kelasku disana kenal dirimu Yang kini tersimpan dihati jalani kisah sembunyi Dihalte itu kutunggu senyum manismu kekasih Usai dentang bel sekolah kita nikmati yang ada Seperti hari yang lain Kau senyum tersipu malu Ketika ku sapa engkau Genggamlah jari ................ Genggamlah hati .................... ini Memang usia kita muda namun cinta soal hati Biar mereka bicara telinga kita terkunci Dia tahu ............... dia rasa............... Maka tersenyumlah kasih .................. Tetap langkah .............. Jangan hentikan .............. Cinta ini milik kita .................. he'eh.................... Buku ini aku pinjam kan kutulis sajak indah Hanya untukmu seorang ................. Tentang mimpi-mimpi malam -Rahman Tardjana-

Belum Ada Judul

Fals Iwan
Pernah kita sama-sama susah Terperangkap di dingin malam Terjerumus dalam lubang jalanan Di gilas kaki sang waktu yang sombong Terjerat mimpi yang indah . . . . . lelap Pernah kita sama-sama rasakan Panasnya mentari hanguskan hati Sampai sa'at kita nyaris tak percaya Bahwa roda nasib memang berputar Sahabat masih ingatkah . . . . . . . kau Sementara hari terus berganti Engkau pergi dengan dendam membara . . . Di hati . . . . . . Cukup lama aku jalan sendiri Tanpa teman yang sanggup mengerti Hingga sa'at kita jumpa hari ini Tajamnya matamu tikam jiwaku Kau tampar bangkitkan aku sobat -Rahman Tardjana-

Cintailah Aku Sepenuh Jiwa

Hanim Liza
Mengira deduan di taman Yang gugur bersama airmata Dipagar bunga kesedihan Harumnya mengundang luka kisah silam Sepatutnya kita masih kekal bercinta Namun apa yang hilang ialah kemesraan Mengapa biar berakhir Saat-saat kita bahagia Dan kini sedang kesuntukan waktu.... Imbas semalam masih hangat terasa Diriku kau cintai dan kasihi Tariklah balik kata-kata Yang luluh memisah kita Cintailah aku sepenuh jiwa Serlahkan hati yang gerhana Suburkan semula asmara Kesalahan dulu sememangnya Milik kita berdua Pulangkan kembali cintamu Hiaskanlah dalam hatiku Semoga cinta bertemu Beralas kasih tulus suci abadi Mengira dedaun di taman Yang gugur di pipi berlinangan Terkejut aku dari lena Dibasahi airmata kesunyian

Was it funny? Share it with friends!